Senin, 18 Juni 2012

Essay Tentang ESQ


NAMA            : FAHRIDA RAHMAWATI ULA
NIM                : 13040111130130

ESSAY TENTANG ESQ
            Otak manusia terdiri dari 2 bagian. Yaitu otak kanan dan otak kiri. Namun demikian, otak manusia  di dominasi oleh otak kiri yaitu dengan presentase 75%-80%. Pada umumnya orang yang kemampuan otak kirinya berjalan dengan baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut :
         Mempunyai kemampuan matematika
         Bahasanya sangat bagus
         Sering dianggap sebagai anak pintar
Ada dua jenis otak. Yaitu otak rasional, dan otak emosional.
         Otak rasional
Adalah otak yang berpusat pada kulit otak, berkaitan dengan berfikir rasional, seperti berhitung, memecahkan masalah dan lain sebagainya.
         Otak emosional
Adalah otak yang berpusat di sistem limbik, mengurusi soal perasaan yaitu bagaimana kita mengusai diri, mengendalikan dan bertindak sesuai kadarnya agar tidak menimbulkan satu masalah baru.
Berbicara tentang otak yang biasanya di identikkan dengan kemampuan berfikir atau IQ yang pada umumnya mencerminkan kecerdasan, kecerdasan manusia itu sendiri dibagi menjadi 4. Yaitu :
1.      Pikiran. Atau sering disebut sebagai kecerdasan intelektual. (IQ)
2.      Perasaan. Atau Kecerdasan Emosi (EQ)
3.      Keyakinan. Atau Kecerdasan Spiritual (SQ)
4.      Semangat. Atau Kecerdasan Adversity (AQ)
KONSEP KECERDASAN DALAM PSIKOLOGI
1.      Interaksi dengan informasi
Ø  INTELEKTUAL                =                     DAYA NALAR KREATIVITAS
2.      Interaksi dengan orang lain
Ø  EMOSI                               =                    PENGENDALIAN DIRI , EMPATI
3.      Interaksi dengan Tuhan
Ø  SPIRITUAL                         =                    KEYAKINAN (FAITH)
INTEGRITAS & KOMITMEN
4.      Interaksi dengan diri sendiri
Ø  ADVERSITY                        =                    HARDINESS
                                                                  DAYA TAHAN (ENDURANCE)

1.      Kecerdasan emosi (Emotional Quotient)
            Kemampuan untuk mengenali, mengendalikan, mengelola serta memanfaatkan perasaan diri untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.
Dimensi kecerdasan emosi.
1. Kenalilah emosi diri
Saat sebuah peristiwa terjadi kita bise merasakan  marah, sedih, senang, bahagia, frustrasi, jatuh cinta dan lain sebagainya. Yang sebaiknya kita laukan adalah.
         Gambarkan perasaan tersebut
         Kenalilah reaksi tubuh yang muncul
         Hargai emosi tersebut karena itu adalah keunikan anda
           


Mengenali diri adalah syarat mengelola emosi.
Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi, artinya kita kehilangan kendali terhadap perasaan kita yang akan membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.
2. Mengelola dan Memanfaatkan Emosi.
            Setiap emosi memiliki fungsi yang unik dan terkait dengan kelangsungan hidup manusia. Misalnya :
         Emosi Marah               à Mempertahankan Diri
         Emosi Sesal                 à Perbaikan Diri
         Emosi Senang              à Menciptakan  kebahagiaan
         Emosi Malu                 à Meningkatkan Moral
            Terdapat dua pilihan dalam point ini. Emosi tersebut akan dikelola atau dimanfaatkan, atau emosi tersebut ingin di tekan atau dilampiaskan. Nah, apabila point pertama yang terpilih, yaitu mengelola serta memanfaatkan emosi yang ada dalam diri kita, maka yang muncul sebagai akibatnya adalah kehidupan yang harmonis, disenangi orang lain, serta tujuuan akan tercapai. Namun apabila emosi tersebut ditekan ataupun dilampiaskan, maka yang akan didapat adalah justru akan menimbulkan penyakit, dihindari orang lain, serta tujuan yang tidak tercapai.
Namun biasanya yang dilakukan oleh manusia ketika mereka dikuasai emosi adalah :
  1. Melarikan diri dari masalah
  1. Minimalisasi/menyepelekan
  1. Menyalahkan orang lain
  2. Selalu Menyangkal
  3. Menyalahkan diri sendiri
  4. Tidak dapat Berpikir Jernih
Maka, hargalah emosi. Senang atau sedih sama sehatnya.
2.      Kecerdasan spiritual
Kecerdasan spiritual adalah sikap dan orientasi kepada sesuatu yang transenden, suci dan memiliki makna yang dalam mengenai kehidupan
SQ atau spiritual Quotient adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita.
Dalam ESQ, kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk member makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ dan SQ secara komprehensif.
Dengan memiliki kecerdasan spiritual berarti kita memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan ke manakah kita akan pergi.
Contoh kasus adanya dimensi spiritualitas manusia.
1.      Demi KEYAKINAN yang dianut dan SUARA HATI yang memanggil, manusia mengorbankan kenikmatan duniawi
Kasus Sufi, Biksu, Pendeta
2.      Manusia mau membayar mahal hanya untuk mendapatkan sebuah KETENANGAN
Kasus Kehampaan Spiritual Masyarakat Kota Metropolitan
3.      Ketika manusia menemui penderitaan, kematian, kesulitan dan jalan buntu ia MENGINGAT TUHAN dan MEMAKNAI HIDUP.
Fungsi spiritualitas.
Spiritualitas adalah kebutuhan manusia terhadap beberapa point berikut.  
1.      Kebutuhan akan makna hidup.
Kebutuhan terhadap makna dan hakikat hidup.
2.      Kebutuhan akan pedoman hidup.
Kebutuhan terhadap Petunjuk Menjalani Hidup (kebijaksanaan, integritas)
3.      Kebutuhan akan kekuatan hidup.
Kebutuhan terhadap Dukungan Kekuatan ketika Dilanda Krisis.
4.      Kebutuhan terhadap rasa aman dan rasa tentram.

Karakteristik manusia spiritual.
         Makna hidup               : Mudah menerima, mudah beradaptasi.
         Pedoman hidup           : Memiliki visi dan misi, terfokus pada pencapaian   tujuan.
         Kekuatan hidup          : Tangguh menghadapi stressor hidup, mempunyai rasa percaya diri tinggi.
         Rasa tenteram             : Menerima dengan lapang hati .Sabar, bahagia, ikhlas.

Mengembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual
         Iman dan keyakinan
Penyerahan diri kepada Tuhan diawali dengan keyakinan
         Ketenangan dan keheningan
Ketenangan (khusyuk) adalah pengalaman spiritual yg menjembatani kedekatan manusia dengan Tuhannya
         Puasa
Puasa merupakan sarana detoksifikasi, yaitu membuang racun tubuh dan kotoran hati
         Beramal & Bersyukur-Sabar-Toleran
Khusyuk. Kekhusyukan akan meningkatkan pengalaman yang menyejukkan
            Dalam berbagai hasil penelitian, telah banyak terbukti bahwa kecerdasan emosi memiliki peran yang jauh lebuh signifikan disbanding kecerdasan intelektual (IQ). Kecerdasan otak (IQ) bereperan sebatas syarat minimal meraih keberhasilan, namun kecerdasan emosilah yang sesungguhnya menantarkan seseorang menuju puncak prestasi. Terbukti bahwa banyak orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, terpuruk di tenah persaingan. Sebaliknya banyak yang mempunyai kecerdasan biasa-biasa saja, justru sukses menjadi bintang-bintang kinerja, pengusaha-pengusaha sukses, dan pimpinan-pimpinan di berbagai kelompok. Di sinilah EQ membuktikan eksistensinya. Lalu dimana posisi SQ?
Ketika seseorang dengan kemampuan EQ dan IQ nya berhasil mendaki kesuksesan, acapkali ia disergap oleh perasaan ‘kosong’ dan hampa dalam celah hatinya. Setelah porestasi puncak telah dipijak, ketika semua pemuasan kebendaan telah diraih, setelah uang hasil usaha berada dalam genggaman, ia tak lagi ahu kemana harus melangkah. Untuk tujuan apa semua prestasi itu diraihnya, hingga tidak tahu dan tidak mengerti untuk apa ia hidup dan dimana ia harus berpijak.
            Kita sebagai seorang pemimpin bagi diri kita sendiri, sebagai seorang anak dari orang tua kita, sebagai seorang mahasiswa di Universitas Diponegoro, serta seorang pengikut dari agama dan kepercayaan kita, sebaiknya menetapkan unsur-unsur atau komponen dasar dari ESQ ini. Setiap kita bertingkah laku, bertutur kata, dan berpikir serta berkontribusi dalam posisi dan tanggung jawab sesuai dengan peran kita masing-masing. Ketika dirumah sebagai anak, ketika dikampus sebagai mahasiswa dan sebagainya, ESQ merupakan panduan yang tepat bagi kita untuk melangkah dan merupakan pedoman hidup untuk mencapai tujuan kita sesuai dengan “siapa aku?” dalam peran kita masing-masing.

Ukuran tubuhmu tidak penting. Ukuran otakmu cukup penting.
Tapi ukuran hatimu itulah yang lebih penting.
-BC Gorbes-

“Tiadakah mereka mengembara dimuka bumi,
sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti,
dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar? Sungguh, “bukanlah matanya
yang buta, tetapi yang buta ialah hatinya, yang ada dalam (rongga) dadanya.”
Q.S. Al Hajj (Haji) 22 : 46

Tidak ada komentar:

Posting Komentar